Mengenal Tradisi Menyabung Ayam Di Indonesia

Kegiatan menyabung ayam atau mengadu ayam jantan sebenarnya duah ada di Indonesia sejak zaman dahulu. Dimana pada beberapa sejarah menyebutkan permainan ini pernah menjadi peristiwa besar pertemuan raja dengan anaknya yang sudah lama terpisah. Sang raja yakni Raja Jenggala memutuskan untuk mengadu ayam jagonya dengan ayam Cindelaras yang tak lain adalah anaknya sendiri. Pada perlagaan ayam dilakukan pada saat itu, ayam Cindelaras berhasil mengalahkan ayam Raja Jenggala dan mendapatkan hadiah yang dijanjikan yakni setengah kekayaan Raja. Namun pada akhirnya, status Cindelaras diketahui bahwa ia adalah anak sanga Raja yang lahir dari permaisurinya yang telah di asingkan karena rasa iri dari selir kerajaan.

Dalam masyarakat Bugis ternyata sabung ayam atau biasa disebut dengan Massaung Manuk telah dikenal sejak lama dan telah melekat hingga kini. Menurut Gilbert Hamonic bahwa masyarakat bugis terkenal dengan mitologi ayamnya, hal ini dapat dibuktikan dengan pemberian gelar kepada sultan Hasanudin yaitu Haanties van het oosten yang berarti ‘ayam jantan dari timur’. Tokoh Sawerigading yang merupakan tokoh utama dalam epic mitik menyukai sabung ayam, hal ini telah diceritakan dalam kitab La Galigo. Dalam kitab itu juga di ceraitakan bahwa orang zaman dahulu dikatakan belum pemberani jika belum memiliki kebiasaan judi, minum arak, dan adu ayam atau taruhan sabung ayam. Sehingga seseorang harus membuktikan ketiga hal itu jika ingin dikatakan pemberani.

Sabung Ayam

Sementara di Bali kegiatan sabung ayam ini dikenal dengan nama Tajen. Biasanya kegiatan Tajen ini dilakukan pada saat upacara adat “Tabuh Rah” yang merupakan upara adat agama Hindu. Upacara tabuh rah ini mempersyaratkan adanya darah yang menetes sebagai simbol / syarat menyucikan umat manusia dari ketamakan atau keserakahan terhadap nilai-nilai materialistis dan duniawi. Memang acara Tajen atau sabung ayam di Bali cukup dikenal dan digemari dikalangan masyarakat Bali, terutama oleh kaum prianya, walaupun jelas-jelas judi itu melanggar hukum, namun dibeberapa tempat sabung ayam ini masih berlangsung walaupun sembunyi-sembunyi untuk menghindari aparat.

Berdasarkan sejarah yang ada tersbutlah dapat kita ambil kesimpulan bahwa permainan menyabung ayam pada dasarnya merupakan permainan rakyat dan sebagian menajdi sebuah upacara keagamaan. Hingga saat ini kita masih bisa menemukan kegiatan ini meski saat ini permainan ini sudah mengalami perubahan dalam tujuannya. Dimana pada saat ini oarang orang menjadikan permainan sabung ayam sebagai permainan taruhan yang juga banyak peminatnya. Bahkan dibeberapa tempat sering mengadakan kegiatan judi sabung ayam secara sembunyi sembunyi karena di Indonesia semua jenis perjudian sangat dilarang.

Powered By:

Agen Judi S128
Agen Judi Sv388
Agen Sabung Ayam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *